metal: a headbanger’s journey, a film by Sam Dunn.

4cm0ite3

Semalam akhirnya saya berkesempatan menonton Metal: a headbanger’s journey bikinan Sam Dunn yang kesohor itu. Film dokumenter itu menyampaikan banyak arti dan makna tentang metal. Saya yakin semua makna dan arti metal yang disampaikan Sam Dunn di film itu sebenarnya pasti sudah ada di kepala tiap metalhead sejati. Namun di sini film ini bisa meneriakkan makna-makna itu, me’refresh’ apa yang sempat menjadi buram beberapa saat belakangan, dan memberi empowerment baru kepada setiap penikmat musik keras.

Di film ini Sam Dunn merunut metal dari evolusi musik rock 60an menjadi beragam genre metal yang kita kenal hari ini. Dia bahkan bisa menarik hubungan antara nada-nada dalam metal dengan musik klasik abad 18-19. Ada pula bahasan yang cukup menarik mengenai Black Sabbath. Sabbath dapat disebut sebagai ‘the first metal band’. Rob Zombie bahkan mengatakan bahwa ‘They are the only last thing in metal that’s real. Everything that comes after tham is just a repetition, adds a little, take a little.’ Menurut Dunn, keunikan utama Sabbath yang kemudian menjadikan mereka dianggap sebagai ‘the first metal band’, adalah band ini adalah band rock pertama yang menggunakan musikal interval tri-tone. Tri-tone ini sering dianggap sebagai ‘diabolus in musica‘, nada-nada setan. pada abad pertengahan nada-nada ini dilarang oleh gereja, karena umum digunakan dalam upacara memanggil setan, atau semacamnya.

Dari sini Dunn bergerak membahas berbagai hal yang sering dikonotasikan dengan ‘metal’. fashion, tema-tema death and violence, stereotipikal yang sering ditujukan kepada metal, dan lainĀ  sebagainya.

“Untuk membahas mengenai tema-tema kematian dan kekerasan dalam metal, Dunn pergi ke Norway dan melakukan penelitian terhadap the notorious Norway metal atau yang lebih dikenal dunia dengan sebutan ‘Black Metal’. Entah mungkin apakah negara itu terlalu dingin, atau memang para metalhead di sana masih merasakan darah orang viking di dalam diri mereka, anak-anak muda metal norway menjadi metalheads yang paling devilish, satanis, dan brutal. Pembakaran gereja oleh para personil band metal sempat sering terjadi. Orang yang paling infamous dalam aksi-aksi gila macam ini adalah The one-and the only, Varg Vikerness. Vokalis burzum ini dipenjara atas dakwaan pembunuhan atas vokalis band black metal swedia, mayhem, dan juga atas dakwaan pembakaran beberapa gereja di Norway. Ada pula sebuah wawancara dengan seorang pendeta yang menyaksikan sendiri gerejanya dibakar, dia bercerita mengenai pembakaran gereja yang terjadi beberapa tahun lalu pada malam natal, sungguh mengharukan. Menurutnya tidak ada kebahagiaan pada natal saat itu, yang ada hanya wajah-wajah sedih. Pendeta ini lalu mengungkapkan pandangannya mengenai satanism di sana. “it is inefectant, elitist religion. it is only for the best, for the strongest, for the most succesfull, it is not for the timid or the weak, and so, by that virtue alone, it won’t have a lot following. ” setelah itu ada sebuah wawancara dengan seorang personel band metal yang-saya lupa siapa namanya- cukup ‘weird’. Di sini sepertinya dia mewakili para satanic metalhead, ketika ditanya ‘apa yang menjadi sebab semua kegilaan di Norway ini?’ dia diam beberapa saat, kemudian dengan nada yang dalam dan dingin, simply said, “…satan”.

Ada pula pembahasan mengenai stereotip publik umum terhadap metal, dimana metal sering dikatakan sebagai musik yang mendorong kekerasan dan pembunuhan. satu hal yang menarik adalah di sini Sam Dunn berhasil merangkai satu statemen dari banyak metalhead untuk menjawab stereotip publik ini. “Metalheads ini tidak akan bunuh diri atau membunuhi orang-orang setelah mendengarkan musik metal. Justru dengan mendengarkan musik musik semacam itu, para metalhead ini menemukan perasaan kolektivisme, bahwa mereka bukanlah satu-satunya yang merasa seperti itu. lagu-lagu ini justru memberi empowerment kepada mereka yang sebelumnya merasa lemah.” Ditengah tengah moshpit crowd lah, para metalhead menemukan nilai kesatuan, sesuatu yang makin jarang ada akhir akhir ini. Sungguh indah. Salute. [Zarosh]

Advertisements