Prometheus: Fiksi Ilmiah Penciptaan yang Indah

Tak bisa disangkal, Prometheus adalah salah satu film paling dinanti tahun ini. Berbagai trik promosi kreatif yang dilakukan oleh tim dibalik film ini tampak cukup membuahkan hasil. Seantero jagad dunia maya ramai membicarakan film ini bahkan jauh-jauh hari sebelum dirilis. Dan akhirnya kemarin film ini resmi di rilis di beberapa negara. Reaksi penonton cukup beragam, namun kebanyakan setuju dengan dua poin utama: 1) visual film ini sangat indah. 2) ada beberapa character flaws dan plot flaws yang cukup mengganggu.

Untuk poin pertama saya sepenuhnya setuju. Ridley Scott tampak benar-benar memaksimalkan penggunaan teknologi visual dengan baik. Dari awal film kita sudah disuguhi visual yang sangat indah, shot-shot landscape alami yang megah, hingga shot-shot luar angkasa dan teknologi pesawat yang digarap sangat mendetail. Dan di bagian awal ini alur film berjalan cukup lambat, menimbulkan kesan kontemplatif a-la 2001: A Space Odyssey.

Untuk poin kedua, saya kurang setuju, meski memang ada beberapa hal yang cukup mengganggu, seperti beberapa karakter yang dikesankan bodohnya tidak ketulungan, padahal mereka adalah para peneliti. Mengenai flaws lain berkaitan dengan plot, saya kira kita tidak bisa serta merta menghakimi film ini buruk hanya karena cacat-cacat dari segi plot itu, karena bagaimanapun juga film ini dikesankan sebagai bagian pertama dari sequel-sequel yang akan datang (tidak, saya tidak merujuk pada film original Alien). Jadi rasanya kita masih harus menunggu hingga keseluruhan kisah di seri film ini disampaikan untuk menilai flaws dari segi plot tadi, karena memang masih banyak pertanyaan yang belum terjawab. Atau setidaknya kita mungkin perlu menunggu sebuah versi lain dari film ini dirilis, seperti semacam director’s cut, yang mungkin akan sedikit menjawab pertanyaan-pertanyaan itu. Seperti Blade Runner (1982), yang juga disutradarai oleh Ridley Scott, yang memiliki beberapa versi editan yang berbeda.

Diluar itu semua, ini adalah sebuah film yang bagus. Ada banyak makna dan interpretasi yang bisa muncul. Anda dan teman Anda yang menonton di sebelah mungkin saja akan berbeda pandangan tentang satu atau dua hal dalam cerita di film ini, dan itu adalah hal bagus jika kemudian hal itu bisa mendorong sebuah diskusi yang menyenangkan.

Di film ini, Ridley Scott tampak masih berkutat dengan isu-isu antara “pencipta” dan “ciptaan”, seperti di Blade Runner, dimana manusia di masa depan mampu menciptakan android dan implikasi mendalam yang kemudian muncul ketika manusia menjadi “sang pencipta” dan android menjadi mahluk “ciptaan”. Di film ini ada David (diperankan dengan brilian oleh Michael Fassbender), sang android bikinan Weyland Industries. Di sini ada beberapa dialog yang cukup provokatif berkaitan dengan hal ini. Dan tema besar film ini pun juga sangat berhubungan dengan hal itu.

Di film ini, para peneliti berada dalam sebuah misi perjalanan luar angkasa untuk menemukan sang pencipta, mahluk luar angkasa yang “menanam” kehidupan di bumi. Perjalanan mencari “sang pencipta” itu diawali dengan penemuan berbagai lukisan gua kuno berusia puluhan ribu tahun yang menggambarkan keberadaan sebuah tata surya lain jauh dari bumi, yang mungkin menjadi asal dari “sang pencipta” tersebut. Sesampainya di sana, mereka menemukan fakta bahwa pencarian mengenai asal dan makna penciptaan mereka mungkin akan mengantarkan menuju akhir dari kehidupan di bumi.

Buat saya, satu hal yang sangat menarik adalah bagaimana Scott tidak serta merta mengesampingkan soal keyakinan relijius-personal ketika berhadapan dengan isu-isu krusial mengenai penciptaan semacam ini. Satu kutipan penting dari Elizabeth Shaw, pahlawan wanita di film ini, “This is what I choose to believe”. Dan ya, saya percaya setiap orang seharusnya dapat memilih apa yang mereka pilih untuk yakini, apapun itu.

Oh ya, silahkan berdiskusi mengenai film ini di bagian comment, setelah Anda menontonnya.

Advertisements


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s